Mencari...

Membandingkan Kesetiaan Pengguna Android dan iOS


Pengguna Android (garis merah) lebih loyal ketimbang iOS (garis biru).(CIRP)
Pengguna Android semakin tak mudah beralih ke perangkat iOS. Tingkat loyalitas mereka terus meningkat, mencapai 91 persen. Setidaknya begitu menurut laporan terbaru dari firma Consumer Intelligence Research Partners (CIRP).
CIRP mengatakan loyalitas pengguna Android meningkat dan stabil sejak awal 2016 lalu. Padahal, pada awal 2014, tingkat loyalitas pengguna iOS masih lebih tinggi ketimbang Android.
Kala itu tingkat loyalitas pengguna iOS mencapai 83 persen, sementara Android cuma 78 persen. Artinya, pengguna Android lebih mudah beralih ke iOS ketika hendak upgrade ponsel. Akhir 2014,
pengguna iOS dan Android punya tingkat loyalitas yang sepadan. Lantas pelan-pelan loyalitas pengguna Android memuncak hingga berada di angka 91 persen pada Desember 2017.
Tingkat loyalitas pengguna iOS sebenarnya juga meningkat, tetapi tak semasif pengguna Android. Saat ini kesetiaan pengguna iOS terpaut antara 85 persen hingga 88 persen. “Pada titik ini hanya ada dua sistem operasi mobile, maka pengguna bisa memilih satu, belajar, berinvestasi pada aplikasi dan memori, serta setia denganya,” kata pendiri CIRP, Mike Levin.
“Apple dan Google sekarang perlu mencari tahu bagaimana menjual produk dan layanan ke para konsumen loyal,” ia menambahkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Minggu (11/3/2018), dari Techcrunch.
Perlu dicatat, penelitian soal tingkat loyalitas ini mengambil sampel pengguna di Amerika Serikat. Selain itu, basis pengguna Android sendiri lebih besar ketimbang pengguna iOS.
“Karena basis pengguna yang tinggi, angka absolut yang beralih ke iOS dari Android tetap besar atau lebih besar ketimbang pengguna yang beralih ke Android dari iOS,” kata Mike Levin.
....sumber

Awas! Banyak Aplikasi Berkedok Antivirus di Play Store

Berdasarkan informasi dari McAfee, muncul tren baru yaitu banyaknya aplikasi yang berkedok sebagai antivirus di Google Play Store. Alih-alih mendapatkan perlindungan dari aplikasi keamanan tersebut, perangkat Android Anda malahan yang beresiko terinfeksi oleh malware.
Sejak heboh ransomware WannaCry yang sempat menakutkan banyak pengguna komputer, tren aplikasi antivirus yang diusung dapat mengamankan WannaCry pun menjadi banyak ditemukan di Play Store padahal WannaCry tidaklah mengincar platform Android.
Perusahaan keamanan cyber bernama RiskIQ menemukan setidaknya ada tujuh aplikasi yang berhubungan dengan WannaCry di Google Play Store dan ada beberapa di App Store pada Apple. Selebihnya, ada ratusan aplikasi antivirus palsu yang ditemukan ternyata berisi adware atau trojan.
Aplikasi gadungan ini akan meminta hak akses yang tidak biasa seperti aplikasi umum, misalnya mendapatkan password saat menyalakan ponsel. Google sendiri memiliki perlindungan terhadap pengguna dengan melakukan scan terhadap semua aplikasi yang ada di Google Play Store. Namun, pengamanan ini tidaklah efisien jika aplikasi hanya berperan sebagai media untuk men-download malware.
Untuk memastikan ponsel agar selalu aman, cara terbaik yaitu dengan men-download aplikasi dari developer terpercaya. Pastikan Anda tidak memberi hak akses yang sekiranya tidak diperlukan oleh jenis aplikasi yang Anda gunakan.....sumber

4 Tips Terbaik Untuk Mempercepat Performa Komputer yang Lambat

Apakah ketika menghidupkan komputer memungkinkan Anda untuk membuat kopi atau ke toilet terlebih dahulu? Ikuti 4 tips cepat berikut yang bahkan dapat membuat performa komputer tua Anda menjadi cepat.
Umumnya, penyebab komputer menjadi terasa lambat ketika digunakan tidak berkaitan dengan permasalah hardware. Melainkan, permasalahan sistem dan software yang dapat menurunkan performa komputer sehingga dapat membuat Anda stres karena menunggu terlalu lama.
Jadi, apa yang sebenarnya memperlambat performa komputer Anda?
1. Program. Umpamakan komputer Anda sebagai mobil. Semakin banyak penumpang yang menambah beban pada mobil akan membuat mobil semakin lambat ketika berjalan apalagi mendaki. Di dalam dunia digital, semua program Anda seperti Office, iTunes atau Adobe Reader merupakan penumpang tersebut.
2. Driver usang. Driver merupakan file yang mengkonfigurasikan komponen hardware pada komputer seperti kartu grafis. Jika driver sudah usang atau bahkan tidak terinstal, Anda mungkin akan kehilangan setengah dari kecepatan normal.
3. Data pada harddisk yang berantakan atau cluttered disk. Harddisk Anda mungkin penuh atau memiliki data yang tidak menempati ruangan yang saling berdekatan dalam harddisk. Permasalahan ini sering disebut fragmentasi.
4. Terlalu panas atau overheating. Ini merupakan permasalahan pada hardware. Jika komputer atau laptop Anda terdapat banyak debu atau terletak di tempat yang panas bahkan terkena sinar matahari secara langsung, maka potensi untuk menimbulkan overheating hingga kerusakan dapat terjadi. Untuk mencegah hal tersebut, komputer Anda telah diprogram secara otomatis untuk memperlambat performa kecepatan ketika overheating terjadi sehingga pengalaman komputer Anda menjadi lambat.
Jadi, apa yang dapat Anda perbuat untuk mengatasinya?

#1: Hindari program yang membuat lambat. Perhatikan program yang tergolong berat sehingga membuat komputer menjadi lambat serta singkirkan program tersebut. Untuk melakukan itu, klik kanan pada taskbar Windows 7 atau 10 dan klik Task Manager. Klik Startup dan perhatikan daftar aplikasi yang ada.



Daftar ini meliputi berbagai program yang berjalan secara otomatis ketika Anda menghidupkan komputer Anda. Tanya diri Anda, program apa yang memang diperlukan untuk aktif sepanjang waktu atau berjalan secara otomatis. Pikirkan program seperti Skype, Spotify, PowerDVD atau software tambahan untuk mouse atau keyboard yang tidak pernah digunakan. Matikan program yang tidak dibutuhkan dengan klik kanan pada setiap objek program dan klik Disable.

#2: Perbarui driver usang. Seperti yang kita bahas sebelumnya, driver berperan penting dalam performa komputer. Driver yang paling berdampak terhadap performa adalah kartu grafis dan chipset. Kartu grafis merupakan komponen hardware yang menghasilkan tampilan yang Anda lihat di layar komputer dan chipset berperan untuk adanya komunikasi antara memory, harddisk dan prosesor. Umumnya, Anda dapat menemukan driver chipset di website produsen atau mendapatkannya secara langsung ketika membeli.
Mari kita ambil contoh mengenai kartu grafis. Sebelum Anda men-download driver, Anda mesti mengecek hardware apa yang dimiliki melalui Device Manager. Klik kanan pada Start dan pilih Device Manager. Selanjutnya, buka kartu grafis melalui menu Display adapters:



Di dalam kasus ini, kartu grafis yang digunakan adalah AMD Radeon, jadi sumber terbaik untuk mencari driver adalah website download AMD. Jika Anda memiliki kartu NVIDIA, Anda dapat mencari di sini untuk mendapatkan driver terbaru. Pengguna Intel HD atau Intel Iris juga dapat mencari apa diperlukan.

#3: Defrag dan bersihkan komputer Anda. Proses seperti instalasi, uninstall, mengkopi dan memindahkan banyak data dapat membuat sususan data menjadi berantakan (cluttered). Kita tidak membicarakan “file” namun “cluster” yang merupakan blok data pada harddisk. Semakin data tersebar atau mengalami fragmentasi maka semakin lama komputer mencari dan membaca cluster dimana proses membuka file atau folder akan terasa lebih lama dari waktu ke waktu.
Untuk memperbaiki permasalahan ini, Anda harus melakukan defrag pada harddisk. Klik Start, ketik defrag dan klik pada hasil pencarian untuk menjalankan program yang melakukan defragmentasi semua cluster.



Sayang sekali, pemeliharaan harddisk tidak sepenuhnya dapat dilakukan oleh program tersebut. Seiring waktu, program atau game Anda meninggalkan data yang disebut “temporary file” yang diperlukan untuk menjalankan program namun tidak dihapus ketika sudah tidak digunakan lagi. File-file ini tersimpan dan seringkali tidak terlihat pada harddisk Anda. Solusi yang dapat digunakan adalah menggunakan program seperti Avast Cleanup yang mencari semua area termasuk yang tersembunyi pada harddisk untuk file log tersembunyi, temporary file, atau file sisa lain dari program dan Windows yang tidak pernah Anda butuhkan kembali.

#4: Membersihkan komputer Anda. Apakah kipas pada komputer atau laptop berputar sangat kencang sehingg dapat digunakan sebagai pengering rambut? Apakah perangkat Anda sangat panas sehingga dapat digunakan untuk memasak telur? Pastinya, Anda ingin memastikan sirkulasi udara berjalan lancar dan debu yang menumpuk di dalam. Buka casing dan gunakan semprotan udara untuk membersihkan debu yang dapat menutup saluran udara atau bahkan membuat kipas berhenti berputar.
Jika Anda telah mengikuti 4 langkah ini, Anda seharusnya sudah merasakan komputer yang berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Namun, pemeliharaan secara rutin diperlukan untuk mempertahankan performa yang stabil. Tidak ada satu dari langkah ini yang berlangsung seterusnya, jadi Anda harus melakukannya secara teratur setidaknya sebulan sekali kecuali nomor 4 yang dapat dilakukan setiap 6-12 bulan sekali......sumber

Windows 10 Anyar Tak Dukung Intel Atom

Microsoft tak akan memberikan pembaruan Windows 10 terbaru (Creator Update) untuk PC/laptop yang menggunakan prosesor Intel Atom Clover Trail.
Meski kebanyakan laptop yang menggunakan prosesor tersebut kebanyakan berasal dari zaman Windows 8, Microsoft sebenarnya masih cukup baik dengan memberikan pembaruan gratis ke Windows 10. Namun pembaruan itu kini terhenti, karena masalah driver yang tak kompatibel.
"(Creator Update) membutuhkan tambahan dukungan hardware untuk memberikan pengalaman paling baik saat mendapat pembaruan fitur Windows 10, yaitu Windows 10 Creator Update," ujar juru bicara Microsoft.



"Sistem ini tak lagi didukung oleh Intel, dan tanpa dukungan driver yang mencukupi, mereka akan tak mampu menggerakkan Windows 10 Creator Update tanpa dampak performa yang potensial," tambahnya.
Namun Microsoft tak serta merta melupakan perangkat dengan prosesor tersebut. Mereka masih menawarkan Windows 10 Anniversary Update untuk perangkat berprosesor Intel Clover Trail, dan menjanjikan akan memberi dukungan pembaruan keamanan sampai Januari 2023.
Saat pertama diperkenalkan, perangkat dengan prosesor Intel Atom menawarkan daya tahan baterai yang bagus untuk perangkat yang mungil dan murah dengan OS Windows 8.1. Namun karena performanya yang terbatas, kebanyakan konsumen memilih membeli perangkat dengan prosesor Intel Core.
Intel pun kemudian menyerah dan menyetop pengembangan Intel Atom pada 2016 lalu, termasuk jajaran prosesor Intel untuk perangkat mobile....sumber

5 Bahaya Mematikan Komputer Tanpa Shut Down

Komputer merupakan rangkaian alat elektronik yang mampu membantu dalam mempermudah pekerjaan manusia sehari-hari. Sebagai alat elektronik, komputer tentu rentan mengalami kerusakan, terutama pada bagian hardware. Pengguna komputer yang sedang terburu-buru biasanya seringkali mematikan komputernya hanya dengan menekan tombol power tanpa melalui shut down.
Sebenarnya, itulah kesalahan fatal yang harus dihindari pengguna, karena jika tidak maka komputer bisa mengalami kerusakan yang cukup serius. Berikut bahaya akibat mematikan komputer tanpa shut down.
1. Registry Menjadi Berantakan
Masalah yang akan muncul pertama kali terletak pada sistem operasi, terutama pada registry. Sebagai contoh, misalnya kamu sedang menjalankan sebuah aplikasi, dan secara tiba tiba komputer tersebut mati karena menekan tombol power, maka registry tersebut akan berantakan dan tidak bekerja sesuai dengan fungsinya. Namun, jika kamu mematikan komputer melalui shutdown, maka registry akan menutup secara perlahan dan bergantian agar tidak terjadi kesalahan.

2. Hard Disk Menjadi Bad Sector.
Kerusakan yang paling sering terjadi akibat mematikan komputer tanpa shut down yaitu terjadinya bad sector pada hard disk. Pada dasarnya, piringan yang berada di dalam hard disk akan berputar ketika komputer menggunakan hard disk tersebut. Jika komputer mati dengan paksa, maka hard disk akan berhenti berputar secara tiba-tiba dan akan berhenti memproses apa yang sedang dilakukannya.
3. RAM Akan Bermasalah
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa RAM pada sebuah komputer memiliki peran yang sangat penting. RAM berfungsi untuk membagi tugas atas perintah yang diberikan pengguna untuk komputer. Jika kita mematikan komputer melalui shut down, maka RAM akan menutup semua aplikasi secara baik dan teratur. Namun sebaliknya, jika tanpa shut down maka akan terjadi kerusakan fatal.....sumber

Style Switcher

Predefined Colors

Layout Style

Header Color

Footer Top Color

Footer Bottom Color

Background Image